Teman-teman, kita patut merasa senang karena masih diizinkan berjumpa dengan puisi. Wah, kenapa ini, mungkin ada sebagin dari kita yang bertanya demikian. Apakah puisi sudah tidak mendapatkan tempat lagi? Atau tidak ada lagi penyair yang menuliskan sajak yang indah untuk kita baca? Jangan berpikir jauh dulu. Justru, banyak hal yang wajib kita bahas lebih dalam mengenai dunia puisi.
Puisi tak akan berhenti mengalir. Ia seperti air dan darah yang mengalir di tubuh kita. Juga, bagaikan ide yang terus mendesak keluar, kemudian minta diwujudkan sebagai kata-kata nan indah. Lalu, apa yang menjadi persoalan kali ini?
Minggu kemarin (17/2), P’Mails kembali bertemu sastrawan yang sangat terkenal namanya di dunia sastra Indonesia. Tidak seperti Papa (Rusli Marzuki Saria), beliau tak banyak bergelut dengan puisi. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan dunia drama, dunia yang sarat dengan peran dan kisah. Sastrawan ini bernama Wisran Hadi. Lalu apa yang menjadi istimewa dengan Bapak ini, hingga P’Mails merasa perlu mendiskusikan beliau di ruang puisi ini?
Teman-teman mungkin pernah mengenal nama Shakespeare dalam lintas sastra dunia. Ia merupakan seorang sastrawan yang terkenal dengan karya yang berjudul Romeo dan Juliet. Shakespeare merupakan tokoh sastra yang sangat mempengaruhi perjalanan kepenulisan Wisran Hadi, bahkan ada yang menyebut beliau sebagai Shakespeare-nya Indonesia. Ada kemiripan Wisran Hadi dalam menulis karya dengan Shakespeare dalam, terutama dalam kata-katanya yang sangat puitis dan berirama.
Kedatangan P’Malis ke rumah sastrawan ini berbicara seputar proses kreatif yang digelutinya di dunia sastra. Satu kalimat yang mengalir bijak adalah, “Bersyukurlah bisa menjadi pengarang, karena tak semua orang bisa mewujudkannya”. Mengapa demikian? Lebih lanjut, beliau memaparkan, siapa saja bisa menjadi penulis, tetapi tidak banyak yang berkesempatan menjadi pengarang, maka berbahagialah dengan kemampuan berimajinasi dan menghasilkan karya, ungkapnya.
Magic! Kalimat yang diinapkan beliau cukup sederhana, tetapi di dalamnya, ada kebanggaan bagi kita yang telah menulis dan menghasilkan karya. Bahkan tersirat keluhuran yang tersembunyi yang disampaikan beliau menyangkut kegiatan menulis. Sekarang tak boleh lagi ada kata-kata malas bagi kita yang telah menaruh perhatian terhadap dunia sastra dan dunia kepenulisan. Menulislah, terus menulis hingga semua peristiwa yang kita tempuh menjadi kisah yang menghibur dan juga memberi makna bagi orang lain.
Jangan berhenti menulis, sekiranya begitulah Wisran Hadi ingin memompa semangat penulis-penulis muda untuk berkarya, yaitu penulis yang mau menggali, menggali lagi dan menggali lagi rahasia menulis. Beberapa diantaranya, bermula sebagai cikal seorang pengarang terkenal, seperti nama-nama di bawah ini. Mereka telah mendesak imajinasi untuk keluar sebagai kata-kata dan mewujudkannya dalam bentuk puisi.
Jika proses ini terus dilanjutkan, maka akan ada yang seperti Wisran Hadi, Shakespeare atau Papa nantinya. Bahkan, mungkin ada yang lebih hebat dari beliau. Maka yang perlu kita lakukan, marilah memandang sekitar. Banyak hal-hal istimewa yang wajib kita beritakan kepada dunia. Berimajinasilah dan menulis dengan kesadaran untuk berbagi makna dengan mereka yang tak tahu. Karena tak semua bisa menjadi pengarang. Maka mulailah seperti usaha yang telah dirintis sahabat-sahabat kita di bawah ini. (Ria Febrina)
Kutaklukan Dunia
/Mega Wahyu Andira
(SMAN 15 Padang)
Sejenak kurenungi
Segala yang telah terjadi
Menimpa diri ini
Tapi seakan tak mungkin lagi
Jika ia berbisik ke telingaku
Masih ada kepingan tersisa
Masih banyak pula naluri bercinta
Bercampur rayuan cintamu
Dunia
Tetap ada di sini
Aku tak gentar menghadapi
Gejolak hidup ini
Tegar melangkah mencari arti
Di antara badai selalu menggapai
Waktu malam terus berubah
Hasratku tumbuh hanya satu
Taklukkan dunia!
Sang Surya
/R. Farisan Muhammad
(SMP IT Adzkia)
Sang surya
Engkau penjelajah cahaya
Menerangi dunia dengan cahaya
Cahayamu sangat berkilau
Bagaikan intan permata
Oh Tuhan
Sungguh besar pemberian-Mu
Engkau memberikan penerang dunia
Engkau memberikan sang surya kepada kita
Yang sinarnya begitu indah menyilaukan
Sang surya
Bentukmu bulat bercahaya
Mengeluarkan kobaran api
Tanpa ada sedikit asap
Sungguh ajaib kau sang surya
Jikalau pagi engkau bersemi
Jikalau malam engkau tiada
Jikalau senja engkau tenggelam
Sungguh mustahil bagi kita
Puisi Tengah Malam
/Nuh Rafi
(Pariaman)
Sang malam terus berjalan,
seiring detak jantung
Aku terjaga di antara
gigitan nyamuk-nyamuk lapar, haus darah
Saat gonggongan anjing memekak sunyi malam
Saat detak jarum jam irama teratur, aku gelisah
Rindu pagi, bilakan tiba.
Do’a Sebelum Tidur
/Fathia Farhani
(SD 12 Punggung Landing)
Baru kali ini aku sempat mengingatMu
Maafkan aku, Tuhan
Mungkin besok aku lupa lagi
Aku tak bisa berdo’a panjang panjang
Hanya ku minta tolong damaikan dunia
Selama aku tetap tidur dan terlupa
Sebelum tidur kuminta padaMu
Apa saja yang baik
Untukku
Keindahan Alam
/Nurhayati
(SMP 7 Pariaman Utara)
Tidur terlentang
Menatap langit senja yang lembab
Burung burung berkejaran
Merendah dan meninggi di awan
Melingkari awan hitam
Jiwa yang tak sadar
Hingga hari larut malam
Cahaya bulan yang menghiasi angkasa
Berhias bintang yang bertaburan
Memeriahkan malam dengan kesejukan
Angin dan perjalanan waktu
Yang bergerak tak menentu
Takkan bisa kulepas matiku
Untuk memandangi keindahan alam
Elegi di Sebuah
Persimpangan Jalan
/Eirene Shinta V
(SMAN 2 Pariaman)
Masih di tempat yang sama
Kumenanti suatu masa
Berharap akan ada sebuah asa
Yang bisa kugenggam
Kugapai
Masih di tempat yang sama
Di sebuah persimpangan jalan
Berharap akan ada sesuatu yang bijaksana
Yang bisa kutelaah
Ku raih
Masih di tempat yang sama
Di sebuah persimpangan jalan
Tak bernama
Aku masih terbelenggu dengan
Elegi yang sangat tak bijaksana
Hidup Tersiksa
/Agung Tri Poerbowo
(SMAN 1 Pariaman)
Sekarang kami bagaikan ikan
Yang tinggal di samudera luas yang berduri
Setiap kami bergerak
Kami tertusuk oleh benda tajam itu
Setelah kami dewasa
Kami ditindas oleh para diktator
Yang tidak memperhatikan perkembangan
Dan kehidupan anak cucu di masa kelak
Kesakitan dan awan mendung
Menyelimuti tempat tinggal kami
Kami jenuh, bosan dan sedih
Dan kami tidak ingin
Tinggal lagi di samudera penuh duri
Yang dirangkai seperti perangkap
Oleh para nelayan
Yang tidak bertanggung jawab
Jalan kehidupan
/Wattawa Fany Yulia
(MTsN Model Padang)
Hari-hari yang kujalani
Terasa indah.
Diiringi suara alam,
Air sungai mengalir dengan tenangnya
Mengiringi kehidupanku.
Kicauan burung terdengar merdu
Mengiringi indahnya mentari pagi
Seakan dunia takkan pernah
Hilang dan tenggelam.
Hembusan angin meniup dedaunan
Seakan berbisik kepadaku
“jalani kehidupan ini apa adanya”
Itulah yang kudapat
Saat melangkah masuk hutan ini
Menikmati indahnya ciptaan ilahi.
Penyesalankah?
/Raudhatul Fatiah
(MTsN Koto Baru Solok)
Aku bukan seorang yang sempurna,
Aku manusia biasa,
Yang tak luput dari kekilafan dan dosa.
Tetapi aku terlalu sering berbuat keliru.
Aku terlalu sering dengan keegoisanku.
Aku terlalu sering dengan keduhakaanku.
Aku terlalu sering dengan kesombonganku.
Bisakah aku membela diri atas kekeliruanku,
dengan kalimat tak ada manusia yang sempurna?
Tapi mungkin tidak dengan kalimat,
Yang tidak sempurna
Selalu berbuat dengan tidak sempurnaâ€.
Penyesalankah ini?
Apakah ini akhir dari kekeliruanku ?
Apakah ini awal dari pandanganku,
Bahwa manusia yang tidak sempurna
bukan berarti manusia
selalu berbuat dengan tidak sempurna?
Rasa Yang Tak akan Padam
/Fendra Hidayat
(SMAN Agam Cendikia)
Rasa dengan tetesan rahasianya
Mengalir ke dalam lubuk yang terdalam
Memenuhi di sela sela jiwa yang kosong
Dan meluap dengan perlahan
Menyusuri lubuk lain
Sunyi sedang minta di akrabi
Terasa rindu terus menumpuk di hati
Dan ku yakin rindu ini akan padam
Terbelenggu oleh duka
Tapi aku masih juga,
Membayangkan pancaran cahayamu
Dan kuterbang dengan sayap indahku
Mengelilingi pancaran cahayamu itu,
Waktu terlanjur hilang
Setiap kuberada di dekatmu
Ada percakapan kita yang terapaku
Di sisi jalan yang sama
Cahayamu kutanam diam diam
Mungkinkah?
Silvany Dewita
(MTsN Model Padang)
Saat kutatap langit
Kuteringat akan sesuatu
Sesuatu yang aku rasakan
Dan entah apalah itu
Rasa itu tak dapat kutebak
Kadang terasa olehku suatu kemarahan
yang menyesakan dada
dan kadang terasa hal yang menentramkan hatiku dan pikiranku
Sangat tak dapat kumengerti
Mungkinkah…
Itu hukuman
Karena suatu kebencian
Yang sangat berlebihan
Mungkinkah…
Itu suatu kegembiraan
Tetapi ternyata tidak
Kemungkinanku itu salah
Aku tak pernah tahu hal itu dengan pasti
Hanya saja aku selalu memikirkan kemungkinannya
Karena hal itu tak begitu jelas
Dan tak begitu kupahami
Sebuah Perjalanan
/Welni Gustiva sari
(SMAN 3 Pariaman)
Di siang hari yang cerah
Gerimis datang menghantui
Mengacaukan suasana
yang telah tersusun rapi
Tanah yang semula kering
Sekarang sudah mulai tergenangi
Dedaunan berbisik lemah, tiada henti
Ditemani ulat ulat yang resah, sedang bernyanyi
Sedangkan air matiku yang patah
Jatuh terkulai, di kakiku yang lelah
Tapi
Aku mesti harus melangkah
Tanpa adanya bayangan
Karena hidup ini terkadang lucu
Yang penuh dengan teka teki
Yang tak bisa di terka lewat imajinasi
Tapi
Ku harus terus melangkah
Demi menemukan, apa yang selama ini ku cari
Yakni kebahagiaan
Indahnya Ayat-Ayat-Mu
/Revina Ilka Busri
(SMAN 1 Lubuksikaping)
Masih menyelinap bayangan itu
Bayangan yang sungguh kelabu
Yang pernah hadir dalam hidupku
Aku terlunta-lunta menelusuri
Indahnya pemandangan duniawi
Aku terombang-ambing dihempas gelombang dunia
Nan kian menderu
Jiwa dan ragaku sepenuhnya
Menjadi budak hawa nafsu
Aku benar-benar telah keluar dari ajaran-Mu
Waktu itu,
Kau masih memberiku rahmat-Mu
Karunia nan sangat agung
Yang membawaku dalam lembah keinsafan
Hatiku nan keras bak besi tembaga
Telah luluh lantak oleh ayat-ayat-Mu
Ya… Rabbi
Betapa hebat firman-Mu
Betapa indah lantunan ayat-ayat suci-Mu
Hingga batinku tertunduk
Dan ragaku bersujud di hadap-Mu
Mohon ampun atas segala dosa
Ya Allah ampuni aku
ass…
alumni angkatan berapa bang???
Oleh: chii on April 2, 2008
at 10:06 am