Oleh: hijaumuda | Januari 30, 2008

Panggilan Cintaku Untuk Puisi

(Catt. Ria Febrina merupakan redaktur puisi di suplemen pelajar Pmails, Harian Pagi Padang Ekspres. Berikut ini adalah salah satu catatannya atas beberapa puisi pelajar yang dimuat pada Pmails edisi 122)

Kapan saat paling bahagia ketika seseorang terinspirasi untuk menulis puisi? Sebagian remaja setuju, yaitu ketika mereka sedang jatuh cinta. Seseorang yang sedang jatuh cinta akan larut dalam perasaan, dan ini saat yang baik untuk menulis puisi.
Tak apa jika puisi dikenal hanya ketika mereka dalam keadaan seperti ini. Meski puisi tak menjadi sebuah maha karya yang mereka jejaki, tapi setidaknya mereka telah mengenal dan menggunakan puisi sebagai media mengungkapkan rasa. Mereka berimaji dan menciptakan sebuah karya yang patut didokumentasikan. Baca Lanjutannya…

Oleh: hijaumuda | Januari 30, 2008

Jadwal Kegiatan Hijaumuda Februari 2008

Berikut ini merupakan jadwal kegiatan Komunitas Hijaumuda

3 Februari 2008

Diskusi cerpen

10 Februari 2008

Diskusi. Tema “Seperti apa sih cerita anak yang baik itu?” Setiap anggota hijaumuda membuat esai singkat mengenai cerita anak yang baik menurut mereka. Kemudian, setiap orang akan mempresentasikan pendapatnya. Diskusi ini menyertakan pembina hijau muda, sastrawan Yusrizal KW Baca Lanjutannya…

1. Penjelasan tentang Lomba

1. • Lomba ini berkenaan dengan blog yang sepenuhnya tentang bahasa
dan sastra Indonesia.

1. • Tema blog adalah “Menuju bahasa dan sastra Indonesia yang
mencerdaskan dan meninggikan kemanusiaan”

1. • Lomba bertujuan untuk menyumbangkan gagasan untuk pengembangan
dan pembinaan bahasa dan sastra Indonesia. Baca Lanjutannya…

Oleh: hijaumuda | Januari 25, 2008

Tiga Jam Bersama Rusli Marzuki Saria

Oleh: Nurfitria

Rusli Marzuki Saria atau sehari-hari dipanggil dengan sebutan “Papa”, sudah dikenal sebagai salah seorang penyair senior Indonesia. Beliau sangat disegani oleh kaum tua dan kaum muda karena keunikan yang ada pada dirinya. Papa sangat berbeda dengan penyair-penyair lain. Beliau selalu berpenampilan rapi, dengan jalan tegap dan potongan rambut pendek. Konon penampilan seperti ini disukai Papa sejak mudanya. Semangat muda masih terus melekat di dalam dirinya, meskipun usia telah memasuki gerbang senja. Baca Lanjutannya…

Oleh: hijaumuda | Januari 25, 2008

Surga Mama Kaya

Oleh: Maya Lestari Gf.

Ada satu pertanyaan besar yang selama ini menggantung di benak saya. Darimana kita bisa mengetahui kemuliaan seseorang? Apakah dengan melihat kegemarannya berderma. Kesukaannya membantu orang lain. Atau seringnya ia beribadah? Mungkin ya, mungkin juga tidak. Sebab, kita mana tahu rahasia hati orang. Kadang kita melihat orang suka membagi-bagi uang, hanya untuk mengesankan bahwa ia pemurah. Sering juga kita melihat ada orang yang rajin beribadah, ternyata Cuma untuk mengesankan kesolehan. Karena itu, kita nggak bisa menilai orang semata-mata dari sisi lahiriahnya saja. Bisa-bisa bikin kecewa.
Beberapa waktu lalu, saya baru dapat jawaban dari pertanyaan tersebut. Ada satu cara paling ampuh untuk mengetahui kemuliaan seseorang. Dari kematiannya. Kita tahu, kematian adalah cerminan kehidupan yang dijalani seseorang. Jika ia menjalani hidup dengan penuh kebaikan dan kemuliaan maka kematiannya menjadi kematian yang mulia. Jika ia menjalani hidup dengan penuh keburukan, kepalsuan, kedustaan, maka kematiannya akan menjadi sebuah keburukan. Karena itu, ketika menghadapi ajal, manusia sesungguhnya tengah menampakkan siapa ia yang sebenarnya. Semua topeng akan ia lepaskan. Ia takkan pernah bisa berpura-pura. Mungkin, untuk pertama kali dalam hidupnya, ia akan terpaksa atau dipaksa jujur. Baca Lanjutannya…

Oleh: hijaumuda | Januari 17, 2008

Diskusi “Kawinkan Ratna” (13 Januari 2007)

Hijaumuda rutin melakukan diskusi seputar karya-karya anggotanya setiap minggu. Hari Minggu tanggal 13 Januari 2008 lalu, karya yang didiskusikan adalah cerpen Kawinkan Ratna karya Reno Wulan Sari. Berikut adalah hasil dari pembacaan terhadap cerpen tersebut.

Secara umum peserta diskusi yang berjumlah lima orang: Maya Lestari Gf, Nurfitria, Ria Febrina, Dewi Santi dan Elsya Crownia berpendapat cerita itu bagus. Wulan memiliki gaya penceritaan yang baik. Kalimatnya mengalir lancar, dan jeli mengangkat detil kehidupan sehari-hari dalam cerpennya. Meski demikian ada beberapa koreksi yang disampaikan. Baca Lanjutannya…

Oleh: hijaumuda | Januari 17, 2008

KAWINKAN RATNA

Reno Wulan Sari

Kupikir ia akan tidur, menikmati hangatnya selimut hingga pagi. Tapi ia tetap di sana. Menatap dengan tajam di balik pagar. Seperti biasa, ia mengenakan daster merah yang membalut keriput tuanya. Tubuh yang tak lagi berbentuk. Namun suaranya tetap keras, tidak mengikuti usianya yang menyusut.

Entah apa yang dipikirkannya sekarang. Atau mungkin ia tak berpikir apa-apa, hanya menikmati udara dingin yang barangkali lembut menyapa kulitnya. Yang jelas ia terus menatap keramaian. Menangkap hiruk pikuk dalam sorotnya. Ia tetap duduk. Mungkin sedikit menggerakan kaki yang mulai kaku. Aku melihatnya jelas berada di balik pagar. Hanya seorang. Meski ada juga seorang anak sering membukakan pintu dan memintannya masuk, tapi ia hanya menggelengkan kepala dan tetap terpaku di kursi depan rumahnya. Kapan ia akan tidur. Bukankah ini sudah terlalu larut bagi seorang tua? Barangkali nanti, ketia ia mulai mengantuk.

***

Baca Lanjutannya…

Oleh: hijaumuda | Januari 17, 2008

MITOLOGI JEPANG

Oleh: Elsya Crownia

Foklor, sekarang disebut mitologi Jepang, hampir seluruhnya berdasarkan cerita yang terdapat dalam Kojiki, Nihonshoki, dan Fudoki dari berbagai provinsi di Jepang. Dalam kata lain, mitologi Jepang sebagian besar berkisar pada berbagai kami penghuni Takammonohara (Takaamahara, atau Takamagahara), dan hanya sedikit sumber literatur tertulis yang dapat dijadikan rujukan.

Di zaman kuno, setiap daerah di Jepang diperkirakan memiliki sejenis kepercayaan dalam berbagai bentuk dan folklor. Bersamaan dengan meluasnya kekuasaan Kekaosaran Yamato, berbagai macam kepercayaan diadaptasi menjadi Kumitsugami atau “dewa yang dipuja” yang bentuknya menjadi hampir seragam, dan semuanya dikumpulkan ke dalam “mitologi Takamanohara”. Sementara itu, wilayah dan penduduk yang sampai di abad berikutnya tidak dikuasai Kekaisaran Yamato atau pemerintah pusat Jepang yang lain, seperti Suku Ainu dan orang Kepulauan Ryukyu masing-masing juga memiliki mitologi sendiri. Baca Lanjutannya…

Oleh: hijaumuda | Januari 17, 2008

Segelintir Fakta dalam Rahasia Meede karya E.S ITO

Oleh : Elsya Crownia*


Andaikan ada sepuluh dari anak-anak bangsa yang berusaha memahami budaya dan identitasnya sebagai bagsa yang bermartabat, dan beradab. Ataukah pernah memikirkan, untuk apa mereka duduk dibangku sekolah ataupun universitas?. Namun, mereka hanya terdiam, melongo menunggu jawaban tanpa ada keinginan untuk memahami secara menyeluruh. Cita-cita? Jangankan bertanya tentang cita-cita, bagi mereka hanyalah pasrah terhadap indeks angka, tanpa ada peta kehidupan untuk sepuluh tahun nanti.
Baca Lanjutannya…

Oleh: hijaumuda | Januari 12, 2008

Putri Bulan

Cerita Nurfitria

Dahulu kala di suatu negeri di kaki gunung Merapi hiduplah sepasang kakek dan nenek. Sejak menikah mereka belum memiliki anak. Dan kehidupan mereka pun sangat memprihatinkan. Sehari-hari si kakek mengambil bambu yang tumbuh di lereng gunung. Membuat berbagai macam benda dari bambu itu, lalu menjualnya kepada orang-orang di sekitar mereka tinggal. Dan sesekali ia menjual ke pasar yang ada di kampung kaki gunung Merapi. Baca Lanjutannya…

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »

Kategori